USAHA SIOMAI KUAH

LAPORAN HASIL PENELITIAN KEWIRAUSAHAAN

USAHA SIOMAI KUAH BAPAK HARDIMAN KARANG MOJO TERAS TERAS BOYOLALI

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Berwirausaha merupakan salah satu usaha manusia untuk dapat mengembangkan diri secara mandiri. Berwirausaha dapat dimulai dari mengembangkan hobi, dengan mengembangkan hobi menjadi sebuah usaha pekerjaan yang dilakukan menjadi terasa menyenangkan tanpa ada paksaan. Selain mengembangkan hobi kunci utama berwirausaha adalah semangat pantang menyerah, dengan semangat pantang menyerah seorang usahawan dapat terus mengembangkan diri dan menciptakan inovasi-inovasi untuk mengembangkan usahanya.

Berwirausaha selain mengembangkan potensi diri juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru dan dapat mengurangi pengangguran. Berwirausaha dapat dimulai kapanpun dan dimanapun,ada beberapa contoh berwirausaha antar lain, usaha jasa, usaha penjualan, dan usaha wara laba.

Pada zaman sekarang ini berwirausaha adalah pilihan pekerjaan yang dirasa cukup menjanjikan dengan inovatif dan kreatifitas menjadi salah satu modal berwirausaha. Berwirausaha dapat juga dimulai dari memanfaatkan barang-barang yang dianggap tidak daya guna menjadi suatu produk yang mempunyai daya jual dan daya guna.

Dengan mempelajari ilmu berwirausaha dari para usahawan yang telah berhasil merupakan salah satu cara untuk belajar berwirausaha yang paling efektif . para usahawan yang telah berhasil mempunyai suka duka dan pasang surut dalam usahanya, dengan kita belajar dari pengalaman mereka kita dapat mengambil pengajaran dari kesuksesan mereka.

Salah satu usaha yang berhasil dan dapat dicontoh adalah usaha siomai kuah bapak hardiman di dukuh karang mojo, teras, teras, boyolali.salah satu usaha waralaba yang inovatif mengembangkan siomai menjadi suatu  makanan yang enak dan unik. Dengan harha yang relative murah dapat terjangkau dari berbagai kalangan, usaha wara laba ini menjadi salah satu usaha yang laris dan mempunyai banyak pelanggan.

Berdasarkan paparan diatas penulis ingin lebih mengkaji usaha siomai kuah bapak hardiman. Dengan melakukan penelitian penulis berharap dapat menambah ilmu tentang berwirausah dan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan khususnya penulis.

 

A.    Tujuan Penelitian

  1. Untuk memenuhi tugas akhir semester VI mata kuliah kewirausahaan.
  2. Untuk menambah pengetahuan tentang bewirausaha dari usahawan yang telah berhasil.

 

B.     Manfaat Penelitian

  1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dalam berwirausaha.
  2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan usaha yang lebih inovatif.

 

 

 

METODE PENELITIAN

 

A.    Lokasi Penelitian

Peneliti mengambil lokasi penelitian di dukuh karangmojo Rt 03, Rw 05, desa teras, boyolali yaitu usaha siomai kuah bapak hardiman. Dengan pertimbangan usaha siomai bapak hardiman mempunyai banyak pelanggan dan usahanya penuh inovasi dengan mengembangkan olahan dari siomai.

 

B.     Metode pengumpulan Data

Metode  yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian yaitu :

1.Pengamatan

Pengamatan dilakukan oleh peneliti saat proses penjualan berlangsung, selain itu peneliti juga bertindak  sebagai pembeli untuk mengamati stategi-stategi penjualan saat mengkadapi pelanggan.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan dengan mewawancarai bapak hardiman selaku pemilik usaha, untuk menegtahui secara langsung berupa latar belakang usaha, motivasi dan visi misi dari usaha yang telah ditekuni.

Wawancara juga dilakukan dengan pembeli, untuk mengetahui kepuasan pelanggan siomai kuah dari bapak hardiman.

 

C.    Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan diagram alur, dimana langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain:

 

1. Proses analisis data

Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari sumber penelitian (bapak harniman dan para pelanggan). Kemudian membuat rangkuman hasil penelitian.

2. Penyajian data

Peneliti menyusun data yang relevan dari data-data yang telah dianalisis, sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan.

3. Verifikasi data

Penarikan kesimpulan dilakukan setelah data disajikan dari data-data hasil wawancara yang relevan dan yang telah dianalisis.

 

 

 

 

LAPORAN PENELITIAN

 

A.    Jenis Usaha

Usaha siomai kuah bapak hardiman mrupakan usaha wara laba dengan produk berupa siomai yang dikembangkan menjadi menarik. Usaha wara laba merupakan usaha makanan ringan yang harganya lumayan terjangkau, selain itu usaha bapak hardiman juga berupa warung makan sebagai perkembangan usahanya.

 

B.     Visi dan Misi Berwirausaha

Visi dan misi berwirausaha bapak hardiman yaitu:

1. Visi berwirausaha

Visi berwirausaha bapak hardiman adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dapat membantu masyarakat sekitar agar dapat bekerja tanpa menjadi pengangguran selain itu usahanya dapat berkembang dan dapat membuka beberapa cabang siomai kuah dikota lain.

2. Misi berwirausaha

  • Memberikan kesempatan bagi masyarakat menengah kebawah untuk dapat lebih sering  merasakan bakso yang dianggap cukup mahal untuk dibeli oleh masyarakat menengah kebawah.
  • Dapat memberikan keuntungan yang lebih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Menciptakan lapangan kerja baru.
  • Menambah gerobak untuk berjualan didaerah lain.

C.    Motivasi Berwirausaha

Motivasi bapak hardiman dalam berwirausaha siomai kuah yaitu:

  1. Siomai merupakan makanan ringan yang banyak disukai oleh semua kalangan dan usia.
  2. Siomai tidak mengenal tempat dan musim untuk berjualan baik saat musim kemarau maupun penghujan siomai merupakan makanan yang enak untuk dimakan.
  3. Telah banyak orang berjualan siomai dengan berbagai alternative  dengan terinspirasi dari bakso bapak hardiman berinovasi untuk menciptakan bakso rakyat dengan bahan siomai.
  4. Siomai hanya dijadikan sebagai makanan ringan , dengan menambahkan kuah dan mie seperti bakso maka siomai kuah dapat dijadikan makanan berat dengan menambahkan nasi.

D.    Latar Belakang Berwirausaha

  1. Desakan ekonomi, penghasilan sebagai petani dan istri sebagai buruh pabrik tekstil, dirasa kurang cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Keinginan untuk dapat memanfaatkan keahlian yang dimiliki saat bekerja dengan penjual bakso.
  3. Ingin mempunyai usaha sampingan untuk mengisi waktu saat menunggu masa panen.

E.     Modal dan Strategi Berwirausaha

1. Modal berwirausaha

Modal awal usaha adalah Rp. 1.350.000,00

Termasuk  biaya pembuatan tool-shop ( gerobak pembeli)

2. Strategi berwirausaha

  • Penjualan pertama dengan menjual siomai biasa dengan berkeliling desa untuk mendapatkan pelanggan dan mengenalkan kepada pelanggan cita rasa dari siomai yang dibuat.
  • Setelah mendapat pelanggan yang lumayan banyak, produksi di ubah menjadi siomai kuah agar pelanggan tidak bosan dengan siomai yang dibuat.
  • Untuk awal penjualan siomai kuah , kuah yang dibuat tidak terlalu banyak, agar bila tidak banyak yang terjual, tidak merugi banyak.
  • Penjualan siomai kuah dilakukan sedikit demi sedikit sampai siomai kuah dikenal oleh masyarakat dan kental dengan lidah masyarakat.
  • Setelah siomai kuah mendapat banyak peminat, maka produksi ditingkatkan.
  • Usaha diperluas tidak hanya keliling desa saja, melainkan juga ke sekolah-sekolah dan ke pasar yang merupakan tempat umum.
  • Target utama dari penjualan siomai kuah pada khususnya adalah anak-anak, karena porsinya pas untuk anak-anak, maka tempat yang stategis adalah sekolah-sekolah.
  • Setelah pasaran di desa teras dikuasai, maka akan diperluas ke desa lain dengan membuka warung makan di desa teras sementara penjualan kedesa lain tetap dengan berkeliling menggunakan motor.
  • Warung makan di bangun didepan rumah, dengan memanfaatkan halaman, hal tersebut dapat mengurangi pengeluaran sewa ruko.
  • Mengembangkan menu baru yaitu misio (mi ayam siomai) rica-rica tulang lunak, dan soto ayam, untuk warung makannya.
  • Selalu menanamkan pada diri bahwa yang paling penting dalam berwirausaha adalah pelayanan kepada konsumen sehingga konsumen merasa puas.

F.     Managemen usaha

1. Managemen waktu

  • Waktu produksi dilakukan pada pagi hari sebelum subuh.
  • Pagi hari sekitar jam 06.30 WIB warung dibuka dengan tujuan sebagai tempat atau tujuan orang untuk bersarapan (yang melayani adalah ibu hardiman)
  • Sementara bapak hardiman, berkeliling ke desa lain untuk berjualan.
  • Siang hari dan sore hari penjualan dengn berkeliling tidak dilakukan, melainkan menunggu di warung makan, karena pada saat sore ataupun siang hari merupakan waktu yang paling ramai di warung.
  • 1. Managemen waktu    

    2. Managemen keuangan

Dalam penelitian ini untuk managemen keuangan bapak hardiman tidak dapat mengatakan secara terperinci pengeluaranya, namun beliau hanya mengutarakan pengeluaran total perhari dan keuntungan perhari sebagai berikut:

  1. Pengeluaran total perhari untuk siomai kuah kira-kira adalah Rp. 150.000,00 non transportasi untuk 100 mangkuk.
  2. Keuntungan perhari untuk siomai kuah dengan rata-rata pembelian sebanyak 100 mangkuk, dengan harga siomai kuah per mangkuk adalah Rp.2.500,00 maka penghasilan kotor perhari untuk penjualan siomai kuah adalah Rp 250.000,00
  3. Untuk pegawai bapak hardiman masih bekerja sendiri sehingga tidak ada pengeluaran untuk pegawai.
  4. Managemen penjualan

Penjualan dilakukan dengan membuka warung dan berkeliling desa, selain itu juga menerima pesanan dengan harga per 10 mangkok adalah Rp.22.000,00. Penjualan masih dilakukan sendiri belum menerima pegawai.

 

 

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

    1. Dengan ketekunan, semangat, dan kreatifitas dapat menciptaka suatu usaha yang menjanjikan dan memiliki hasil yang memuaskan.
    2. Untuk menciptakan suatu peluang usaha harus kreatif dan inovatif mengembangkan yang biasa menjadi unik dan membuat orang tertarik sehingga dapat dijual.
    3. Dari kerja keras mencoba-coba hal baru dan dari usaha kecil dapat menciptakan usaha yang menjanjikan.

B.     Saran

    1. Untuk bapak hardiman, sebaiknya untuk memperluas usahanya dengan membuka warung di tempat-tempat strategis seperti di pasar-pasar tradisional.
    2. Agar pelanggan tidak bosan dengan siomai kuah sebaiknya isian dari siomai kuah di beri variasi yang lain, seperti bakso yang mempunyai isinan didalam bakso, mungkin siomai yang divariasi akan menambah cita rasa dari siomai kuah.
    3. Untuk pembaca, agar dapat mengkaji lebih jauh tentang usaha-usaha yang kreatif dan inovatif dari para wirausahawan yang telah berhasil dan dapat memperluas ilmu dalam berwirausaha.

 

 


 

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

Posted on Januari 13, 2012, in Kewirausahaan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: