CTL

CTL

BAB 1

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Pembelajaran kontekstual Salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif dan bermakna bagi siswa adalah strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selanjutnya disebut CTL. Strategi CTL fokus pada siswa sebagai pembelajar yang aktif, dan memberikan rentang yang luas tentang peluang-peluang belajar bagi mereka yang menggunakan kemampuan-kemampuan akademik mereka untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan nyata yang kompleks.

Terkait dengan CTL ini, para ahli menyebutnya dengan istilah yang berbeda-beda, seperti: pendekatan pembelajaran kontekstual, strategi pembelajaran kontekstual, dan model pembelajaran kontekstual. Apapun istilah yang digunakan para ahli tersebut, pada dasarnya kontekstual berasal dari bahasa Inggris “contextual” yang berarti sesuatu yang berhubungan dengan konteks. Oleh sebab itu pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang mana guru menggunakan pengalaman siswa yang pernah dilihat atau dilakukan dalam kehidupannya sebagai sumber belajar pendukung. Pembelajaran dapat mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang dipelajari, pengalaman yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Untuk lebih jelasnya uraian setiap komponen utama CTL dan penerapannya dalam pembelajaran adalah sebagai berikut sebagai berikut:

  1. Kontruktivisme (Constructivism)
  2.  Bertanya (Questioning)
  3. Menemukan (Inquiry)
  4. Masyarakat belajar (learning community)
  5. . Pemodelan (modelling)
  6. . Refleksi (reflection)
  7. Penilaian autentik (authentic assessment)

 

Rumusan Masalah

Menjabarkan materi dari RPP

Tujuan

Untuk menjabarkan materi dari RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

 

Nama Sekolah             : SMP/MTs …..

Mata Pelajaran            : Matematika

Kelas/Semester            : VIII/1

Pertemuan Ke-            : 1–5

Standar Kompetensi   : Memahami bentuk aljabar.

Kompetensi Dasar       : 1.1 Melakukan operasi aljabar.

Indikator                     : 1. Menjelaskan pengertian koefisien, variabel, konstanta,

suku satu, suku dua, dan suku tiga.

: 2. Menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, dan

pangkat dari suku satu dan suku dua.

: 3. Menyelesaikan pembagian dengan suku sejenis atau

tidak sejenis.

: 4. Menyederhanakan pembagian suku.

: 5. Menyelesaikan perpangkatan konstanta dan suku.

: 6. Menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, bagi, dan

pangkat pecahan bentuk aljabar.

: 7. Menyederhanakan pecahan bentuk aljabar.

Alokasi Waktu            : 10 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran

 

1. Siswa dapat menjelaskan pengertian koefisien, variabel, konstanta, suku

satu, suku dua, dan suku tiga.

2. Siswa dapat menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, dan pangkat dari

suku satu dan suku dua.

3. Siswa dapat menyelesaikan pembagian dengan suku sejenis atau tidak

sejenis.

4. Siswa dapat menyederhanakan pembagian suku.

5. Siswa dapat menyelesaikan perpangkatan konstanta dan suku.

6. Siswa dapat menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, bagi, dan pangkat

pecahan bentuk aljabar.

7. Siswa dapat menyederhanakan pecahan bentuk aljabar.

B. Materi Ajar

 

Bentuk aljabar

C. Metode Pembelajaran

Dengan metode CTL (Contektual Teaching Learning)

D. Langkah-Langkah Pembelajaran

 

Pertemuan Ke-1

 

Kegiatan Awal

Apersepsi   : Bentuk aljabar pernah dipelajari di kelas VII dan akan dipelajari

lebih lanjut.

Motivasi     : Pemahaman bentuk aljabar di kelas VII membantu pemahaman

bentuk aljabar yang akan dibahas lebih mendalam.

 

Kegiatan Inti

  1. Guru menjelaskan rencana kegiatan, yaitu mendiskripsikan tentang bentuk aljabar.

Kemampuan yang dilatih adalah dapat menentukan antara koefisien variabel suku satu, suku dua, dan suku tiga serta operasi dalam bentuk aljabar.

  1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, dengan karakteristik yang heterogen
  2. Guru memberikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan aljabar kepada setiap kelompok, dimana antara kelompok satu dan yang dapat lain berbeda
  3. Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan tersebut sehingga mendapatkan penyelesaian
  4. Setelah selesai waktu yang ditentukaa siswa diharapkan siswa dapat mendiskripsikan hasil diskusi mereka ke depan kelas dan kelompok lain dapat bertanya apabila kurang jelas

 

Kegiatan Akhir

 

Dengan bimbingan guru, siswa diminta membuat rangkuman.

E. Alat dan Sumber Belajar

Sumber Belajar

Buku Matematika Kreatif Konsep dan Terapannya 2A hal. 1–11 dan 17–24 PT

Tiga Serangkai, LKS, Buku lainnya yang relevan

Alat       :    LCD, Leptop

F. Penilaian

 

Teknik                    :    tes

Bentuk Instrumen :    pertanyaan lisan dan tertulis.

Contoh Instrumen :

  1. Tentukanbanyak  suku yang ada di dalam bentuk aljabar berikut:
    1. 2a – 5 ab + 4c
    2. 9x3 – 4x2y – 5x + 8y – 7y2
  2. Tentukan suku-suku yang sejenis pada bentuk aljabar berikut ini:

1.    12x2– 9x + 7xy – 8y -4x2 +5y

2.    6a – 5ab +12a -10

  1. Tentukan jumlah dari :
    1. 12 x2-9x +6 dan -7x2+ 8x – 14
  2. Tentukan hasil perkalian bentuk aljabra berikut:
    1.    6a(3a2-7b)

    1. (3y-4)(3y-8)
  3. Tentukan hasil pembagian bentuk aljabar berikut ini:
    1. 6x3y2: 2x2y
    2. (X4y2 x x2y3) : x3y
  4. Tentukan hasil pemangkatan bentuk aljabr berikut ini:
  1. (-7x2y3) 2
  2. ( 4pq)4
  3. (a+b)2
  4. (2x+y)2

Kunci jawaban:

  1. 1.  Suku tiga

2.    Suku lima

  1. 1. (i) 12 x2 dan -4 x2

(ii) -8y dan 5y

2.  6a dan 12 a

c.  5x2-x-8

d. 1. 18a3-42ab

2. 9y2-36y +32

e. 1. 3xy

2. x3y4

f. 1. 49x4y6

2. 256 p4q4

………………., ………………..

Mengetahui

Kepala Sekolah                                                          Guru Matematika

( ___________________ )                                          ( ___________________ )

NIP/NRK……………………….                                        NIP/NRK………………………..

PEMBAHASAN TENTANG RPP

Nama Sekolah             : SMP/MTs …..

Mata Pelajaran            : Matematika

Kelas/Semester            : VIII/1

Pertemuan Ke-            : 1–5

Standar Kompetensi   : Memahami bentuk aljabar.

Kompetensi Dasar       : 1.1 Melakukan operasi aljabar.

Indikator 1 :

Menjelaskan pengertian koefisien, variabel, konstanta, suku satu, suku dua, dan suku tiga.

Penjelasan :

Indikator tersebut dipilih karena sebelum mempelajari lebih lanjut tentang  maka siswa harus lebih memahami tentang koefisien, variable, konstanta, suku satu, suku dua,dan suku tiga, sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut tercapai.

Indikator  2:

Menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, dan pangkat dari suku satu dan suku dua.

Penjelasan :

Indicator tersebut dipilih karena setelah siswa memahami tentang   koefisien, variabel, konctanya, suku satu, suku dua,dan suku tiga. Maka siswa diharapkan dapat memahami tentang operasi (tambah,kurang, kali dan pangkat) dalam aljabar, sehingga tujuan selanjutnya dalam pembelajara dapat terpenuhi.

Tujuan 1     :

Siswa dapat menjelaskan pengertian koefisien, variabel, konstanta, suku satu, suku dua, dan suku tiga.

Penjelasan :

Agar siswa paham dan dapat menjelaskan pengertian koefisien, variabel,  konstanta, sukusatu, suku dua, dan suku tiga. Maka guru dapat memberikan beberapa contoh beberapa masalah tentang aljabar sehingga siswa dapat memebedakan antara koefisien, variabel, konstanta, suku satu, suku dua, dan suku tiga.

Tujuan 2     :

Siswa dapat menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, dan pangkat dari suku satu dan suku dua.

Penjelasan :

Agar siswa dapat menyelesaikan operasi dalam aljabar, guru dapat memberikan beberapa masalah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam perdagangan sehingga siswa lebih terkesan dan paham akan suatu nmasalah tersebut.

Materi ajar :  Bentuk aljabar

  1. Faktorisasi bentuk aljabar

1.1.  Pengertian suku pada bentuk aljabar

1.1.1. Suku tunggal dan suku banyak

bentuk bentuk seperti : 4a, -5a2b, 2p+5, 7p2-pq, 8x-4y+9 dan 6x2+3xy

8y disebut bentuk aljabar.

Bentuk aljabar seperti 4a dan -5a2b disebut bentuk aljabar suku satu

atau suku tunggal.

Bentuk aljabar  2p+5, 7p2-pq, disebut bentuk aljabar suku dua atau binom.

  • Bentuk 2p+5 terdiri dari dua suku yaitu 2p dan 5
    • Bentuk 7p2-pq terdiri dari dua suku yaitu 7p2 dan –pq

bentuk aljabar seperti  8x-4y+9 dan 6x2+3xy -8y disebut bentuk aljabar suku tiga atau trinom.

  • Bentuk  8x-4y+9 terdiri dari tiga suku yaitu bx, -4y dan 9
  • Bentuk  6x2+3xy -8y  terdiri dari tiga suku yaitu 6x2, 3xy dan -8y

Bentuk aljabar yang terdiri dari tiga suku atau lebih dinamakan suku banyak atau polinom.

Contoh:

  • 2a-5ab+4c
  • P3+2p2-7p-8

1.1.2.   Suku-suku sejenis

Perhatikan bentuk aljabar 5a dan -7xy !

Pada bentuk 5a, 5 disebut koefisien dan a disebut variabel.dan pada bentuk -7xy, 7 disebut koefisien dari variabel xy.

Selanjutnya perhatikan bentuk aljabar berikut!

12x2-9x+7xy-8y-4x2+5y

Bentuk aljabar diatas terdiri dari 6 suku yaitu:12x2, -9x, 7xy, -8y, -4x2,5y dan memiliki suku-suku yang yang sejenis yaitu 12x2 dan -4x2, -8y dan 5y.

Suku-suku dikatakan sejenis bila memiliki variabel yang sama, dan variabel yang sama itu harus memiliki pangkat yang sama. Dengan kata lain, suku-suku yang sejenis hanya dibedakan oleh koefisiennya.

1.2. Operasi hitung pada Bentuk Aljabar

1.2.1.   penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar

Untuk menentukan hasil penjumlahan maupun pengurangan pada  bentuk aljabar, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a)        Suku-suku yang sejenis

b)        Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan, yaitu:

  • ab + ac = a ( b + c ) atau a ( b + c) = ab + ac
  • ab – ac = a ( b – c ) atau a ( b – c ) = ab – ac

c)        hasil perkalian dua bilngan bulat, yaitu

  • hasil perkalian dua bilangan bulat positif adalah bilangan bulat positif
  • hasil perkalian dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif
  • hasil perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif

Dengan menggunakan ketentuan – ketentuan di atas, maka hasil penjumlahan maupun hasil pengurangan pada bentuk aljabar dapat dinyatakan dalam bentuk yang lebih sederhana dengan memperhatikan suku-suku yang sejenis.

1.2.2.   Perkalian bentuk aljabar

  1. x ( x + k ) = x (x) + x (k) = x2+kx
  2. x (x + y + k ) = x(x) + x(y) + x(k) = x2+xy+kx
  3. (x+p) (x +q) = x(x) +x(q) +x(p)+p(q) = x2 + (p+q)x +pq
  4. (x+p) (x + q + r ) = x(x) +x(q)+ x(r)+p(x)+p(q)+p(r)= x2+xq+xr+px+pq+pr

1.2.3.   Pembagian bentuk aljabar

Jika dua bentuk aljabar memiliki faktor-faktor yang sama ,maka hasil pembagian kedua bentuk aljabar tersebut dapat  dinyatakan ke dalam bentuk yang sederhana dengan memperhatikan fakto-faktor yang sama.

Syarat pembagian bentuk aljabar adalah

Untuk bilangan bulat a dengan pangkat m dan n selalu berlaku am x an = am+n dan am : an= am-n

1.2.4    Pemangkatan bentuk aljabar

  • Ø Pemangkatan suku satu

Pemangkatan suatu bilangan diperoleh dari perkalian berulang untuk bilangan yang sama, jadi untuk sembarang bilangan a maka a2= a x a

Pengertian-prngertian pmangkatan suku satu

  1. 3a2 dengan (3a)2, pada bentuk 3a2 yang dikuadratkan hanya a sedangkan pada bentuk (3a)2 yang dikuadratkan adalah 3a
  2. -(3a)2 dengan (-3a)2, padsa bentuk -(3a)2 yang dikuadratkan hanya 3a sedangkan pada bentuk (-3a)2 yang dikuadratkan adalah -3a.
  • Ø Pemangkatan suku dua

Dalam mentukan hasil pemangkatan suku dua, koevisien dari suku-suku hasil pemangkatan dapat ditentukan berdasarkan segitiga pascal.

Koevisien dari suku-suku pada hasil pemangkatan suku dua diperoleh dari bilangan segitiga pascal.

  1. (a+b)2= 1a2 + 2ab +1b2
  2. (a+b)3=1a3 + 3a2b + 3ab2 +1b3
  3. (a+b)4=1a4+ 4a3b+6a2b2+4ab3+1b4
  4. (a+b)5=1a5+5a4b+10a3b2+10a2b3+5ab4+1b5

Perlu diperhatiakan bahwa pangkat dari a turun dan pangkat dari b naik.

Metode pembelajaran    : CTL (contektual Teaching Learning)

Penjelasan                     :  Dengan pendekatan pembelajaran kooperative contekstual Theaching Learning (CTL), di harapkan siswa dapat menyelesaikan masalah dengan kegiatan serta pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 asas. Asas –asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. Ketujuh asas tersebut antara lain:
1.  Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognisi siswa berdasarkan pengalaman.

2.  Inkuiri

Asas kedua dalam pembelajaran kontekstual adalah inkuiri. Artinya, proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis.

3. Bertanya

Belajar pada dasarnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan.bertanya dapat dianggap sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaam mencerminkan kemampuan sesorang dalam berpikir.Dalam proses pembelajaran CTL guru tidak menyampaikan informasi begitu saja,akan tetapi memancing agar siswa dapat menemukan sendiri.

4. Masyarakat belajar

Dalam CTL penerapan masyarakat belajar dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar.

5. Pemodelan

Yang dimaksud dengan asas pemodelan, adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa.

6. Refleksi

Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Melalui refleksi pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognisi siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang telah dibentuknya.

7. Penilaian nyata

Penilaian nyata (authentic assesement ) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa.Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak.apakah pengetahuan belajar siswa mempunyai pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa.

Metode tersebut diambil agar siswa lebih mudah dalam mempelajari materi aljabar.

Kegiatan inti               : Langkah-langkah pembelajran CTL

Penjelasan                   : Karena bentuk aljabar mempunyai materi prasyarat yang harus dipahami siswa sebelum memahami bentuk aljabar lebih lanjut dengan cara guru membagi siswa dalam beberapa kelompok maka siswa secara tidak langsung akan mengingat materi prasyarat yang berkaitan dengan bentuk aljabar yaitu operasi penjumlahan dan pengurangan yang telah dibahas pada kelas VII. Yang kemudian siswa akan mudah memahami bentuk aljabar selanjutnya seperti pada operasi perkalian, pembagian dan perpangkatan.Dan agar siswa dapat mempunyai kemampuan dalam menyampaikan materi tersebut kepada kelompok lainnya.

Kegiatan akhir             : Dengan bimbingan guru, siswa diminta membuat rangkuman

Penjelasan                   : Agar siswa lebih dapat memahami materi yang telah dipelajari maka guru memberikan tugas yang berupa rangkuman materi yang berkaitan dengan bentuk aljabar

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan:

Dalam metode CTL, pembelajaran ditekankan kepada siswa untuk aktif yaitu dengan belajar melalui kegiatan dan pengalaman dalam kehidupan sahari-hari  dan mampu menggungkapkan pendapatnya.

Metode CTL mempunyai 7 asas yaitu: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian nyata.

DAFTAR PUSTAKA

Adinawan, cholik, Sugijono, Matematika untuk SMP/MTs kelas VIII, jakarta: erlangga, 2005.

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2009913-strategi-pembelajaran-konstekstual-teaching-learning/

http://almasdi.unri.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=68:berita-6&catid=25:the-project

Posted on Januari 13, 2012, in Pembelajaran Matematika. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: