MENGORGANISASIKAN DATA DAN INFORMASI

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.           Latar Belakang

Penelitian sangat diperlukan dalam dunia pendidikan, terutama untuk meningkatkan sumber daya manusia. Pada saat ini telah banyak orang-orang yang melakukan penelitian baik secara individu maupun kelompok dengan berbagai tujuan. Agar penelitian berjalan dengan baik maka harus mengikuti aturan dan bagian-bagian  dalam penelitian. Bagian-bagian dalam penelitian diantaranya yaitu pengorganisasian data dan informasi. baca selengkapnya

Pengorganisasian data pada saat ini sangat diperlukan. Dengan adanya data yang terorganisasi akan memudahkan pengguna dalam melakukan pengolahan data yang dibutuhkan. Data yang terorganisasi juga memungkinkan pencarian data dengan lebih cepat dibandingkan dengan data yang tidak terorganisir.

Seorang peneliti Sebelum menetapkan pola klasifikasi mana yang dipilih, terlebih dahulu perlu mengenal dengan pasti data dan jenis data penelitian yang telah dihimpun selama penelitian berlangsung. penelitian antara lain bertujuan untuk mendapatkan data. Karena itu, agar tidak salah “corner” peneliti terlebih dahulu mengenal arti dan kemudian jenis-jenis data yang dibutuhkan.

Oleh karena itu penulis akan membahas masalah yang terdapat dalam penelitian yaitu tentang pengorganisasian data dan informasi. Dengan demikian diharapkan penelitian dalam dunia pendidikan akan lebih maju dan dapat menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik.

 

 

  1. A.           Rumusan Masalah

Berdasarkan dari uraian pokok-pokok pemikiran tersebut diatas, maka permasalahan yang akan diungkan adalah sebagai berikut :

  1. Jelaskan jenis-jenis data penelitian!
  2. Bagaimana pola klasifikasi?
  3. Jelaskan struktur system klasifikasi!
  4. Bagaiamanakah hubungan waktu dan metode dalam pengorganisasian data dan informasi?
  5. Jelaskan hubungan ketepatan, kejelasan, dan penafsiran dalam pengorganiasasian!

 

  1. B.            Tujuan Review
    1. Tujuan Umum pengorganisasian data dan informasi meliputi:
      1. Untuk menjelaskan kepada khalayak tentang jenis-jenis data penelitian
      2. Menjelaskan bagaimana pola klasifikasi dalam penelitian
      3. Untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang stuktur sistem klasifikasi
      4. Untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca bagaimanakah hubungan waktu dan metode dalam pengorganisasian data dan informasi
      5. Memberikan penjelasan antara hubungan ketepatan, kejelasan, dalam penafsiran sehingga seseorang yang akan melakukan penelitian dapat berjalan dengan baik.
    2. Tujuan Khusus
      1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Matematika
      2. Memberi pengetahuan kepada penulis tentang pengorganisasian data dan informasi yang meliputi jenis-jenis data, pola klasifikasi, struktur sistem, waktu dan metode, ketepatan dan kejelasan dan penafsiran dalam penelitian
      3. Mendapat pengalaman dalam penyususnan review ini, sehingga penulis  termotivasi untuk membuat sebuah karya yang lebih baik

 

  1. C.           Manfaat
    1. Manfaat teoritis

Secara teoritis penulisan review ini bermanfaat untuk:

a)             Sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk meningkatkan pemahaman penulis dalam pelaksanaan penelitian.

b)             Sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk mengembangkan penelitian yang akan atau sedang berlangsung.

  1. Manfaat praktis

Secara praktis penulisan review ini bermanfaat untuk :

a)             Bagi penulis, dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi dan menerapkan penggunaan Pengorganisasian Data dan Informasi dalam penelitian.

b)             Bagi peneliti, dapat digunakan sebagai bahan masukan khususnya peneliti dalam mengidentifikasi Pengorganisasian Data dan Informasi dalam penelitian.

c)             Bagi peneliti, dapat digunakan sebagai bahan referensi khususnya peneliti yang akan, atau sedang dalam sebuah penelitian.

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

  1. A.           Organisasi (mengorganisasikan)

Sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindak secara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama (Burky dan Perry, 1998).

Organisasi Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

Organisasi Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

“Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” (Peter Senge, 1990).

Organisasi Belajar adalah organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama (Peter Senge).

”Organisasi belajar adalah organisasi yang mampu melaksanakan proses transformasi pengetahuan secara siklikal-berkelanjutan, dari pengetahuan pekerja sebagai hasil belajar mandiri menjadi pengetahuan organisasi sebagai hasil belajar organisasional, untuk menumbuh kembangkan modal organisasi”. (Diana Siregar, ITB)

 

  1. B.            Data

Data (dalam kebiasaan bahasa Indonesia tidak dibedakan apakah jamak atau tunggal) berasal dari bahasa latin. Dalam bahasa latin data dibedakan antara datum dan data. Datum untuk yang tunggal, sementara data untuk yang jamak.

 

  1. C.           Informasi

Secara umum informasi dapat didenifisikan sebagai data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.

Data yang telah diletakkan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan  disebut informasi (Suyanto, 2000:6).

Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

Penulis lain, Burch dan Strater, menyatakan: informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.

Menurut Davis dalam Abdul Kadir (2003: 28) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.

Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima (Andri Kristanto, 2003: 6). Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto, 1990: 8).

Davenport dan Prusak (1998) membedakan pengertian antara data, informasi dan pengetahuan yaitu : “knowledge is neither data nor information, though it related to both, and the differences between these terms are often a matter of degree”.

1)            Data is a set of discrete,objective facts about events.

2)            Information is data that makes a difference.

3)            Knowledge is a fluid mix of framed experience, values, contextual information,and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information. It originates and is applied in the minds of knowers. In organizations, it often becomes embedded not only in documents or repositories but also in organizational routines, processes, practices, and norms.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ISI

 

  1. A.           Jenis Data Penelitian

Data (dalam kebiasaan Indonesia tidak dibedakan apakah jamak atau tunggal) berasal dari bahasa latin. Dalam bahasa latin data dibedakan antara datum dan data. Datum untuk yang tunggal, sementara data untuk yang jamak.

Data sedikitnya dapat diartikan ke dalam dua kemungkinan,

  1. Data sebagai informasi faktual

Misalnya, pengukuran atau statistik yang di pergunakan sebagai dasar untuk penalaran, diskusi, atau perhitungan misalnya dalam penelitian ilmiah.

  1. Data sebagai kenyataan-kenyataan murni yang belum diberi penafsiran apapun, belum di ubah atau belum di manipulasi. Namun telah tersusun dalam sistematika statistika tertentu. Sistematika yang digunakan bisa mengikuti dasar waktu, peristiwa, tempat, pokok soal, atau dasar lain yang sesuai dangan tujuan penelitian

Sebagian ahli menyarankan suatu perbedaan antara data dan informasi, yaitu:

  1. Data dapat diartikan suatu kenyataa (fakta) yang telah diorganisasikan, tetapi belum diberi penafsiran dan belum di proyeksikan ke waktu yang akan datang.
  2. Informasi merupakan data yang telah di proyeksikan ke waktu yang akan datang.

Jika penelti telah mengenal perbedaan antara data dan bukan data, maka pertama-tama secara garis besar, peneliti akan mengenal dua macam data, yaitu:

  1. Data kualitatif, dapat diartikan sebagai data yang hadir atau dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, ungkapan narasi dan gambar
  2. Data kuantitatif, dapat diartikan sebagai data yang hadir dalam bentuk angka, atau dapat pula data kualitatif yang dinyatakan dalam bentuk angka, misalanya angka yang diperoleh dengan mengubah nilai-nilai kualitatif menjadi nilai – nilai kuantitatif.

Data kuantitatif dari lapangan dapat dikategorikan dalam dua bentuk, yaitu diskret nominal dan data kontinum.

  1. Data diskret nominal

Data diskret merupakan data yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Data ini hanya dapat dikelompokkan secara terpisah, secara diskret atau secara kategorial. Data diskret nominal dapat dihimpun dari hasil penghitungan.

  1. Data kontinum, tampil sebagai data yang bervariasi berdasarkan tingkatan yang diperoleh dari hasil pengukuran. Data kontinum dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

1)             Data ordinal,merupakan data yang tampil dalam bentuk peringkat (rangking).

2)             Data interval, merupakan data yang jaraknya sama namun tidak memiliki nol mutlak.

3)             Data rasio, adalah data yang mempunyai jarak yang sama dan sekaligus mempunyai nol mutlak.

 

  1. B.            Pola Klasifikasi
    1. Pola naratif  versus pola deskriftif
      1. Pola naratif atau pola vertikal
      2. Pola deskriptif  atau horizontal
    2. Pola impresionistis versus pola objektif
      1. Pola impresionistis,  merupakan pendekatan yang subjektif.
      2.  Pola objektif, merupakan pola yang mengutamakan pemikiran rasional.

Hal-hal berikut yang perlu diingat oleh peneliti:

  1. Bahwa pengklasifikasian data dan informasi dapat membantu menyederhanakan jenis masalah.
  2. Bahwa pengklasifikasian data dan informasi yang dilakukan oleh seorang peneliti akan menyebabkan para pembacanya merasa lebih mendapatkan pengertian yang menyeluruh.
  3. Bahwa cara seperti itu memungkinkan pembacanya mengadakan perbandingan dan mempertentangkan pengalaman peneliti dengan pendapatnya.

 

  1. C.           Struktur Sistem

Konsep struktur mengacu pada sistem klasifikasi yaitu:

  1. Tipe atau jenis kategori
  2. Hubungan yang muncul di antara kategori-kategori itu.

Jenis struktur yang terkenal dalam peneliti adalah sebagai berikut:

  1. Kuantitas dimensi

Dimensi (atau variabel) merupakan aspek kehidupan yang membawa kita pada fokus klasifikasi.

  1. Pola dimensi

Pola hubungan di antara variabel-variabel dalam sistem klasifikasi mungkin berbeda-beda. Diantaranya;

  1. Pola linear lawan pola hierarkis

Tipologi linear disusun berdasarkan satu garis tunggal yang dimulai dari kedudukan ekstrim kiri ke ekstrim kanan.  Sedangkan pola hierarkis disusun berdasarkan tingkat pembagian,

  1. Pola diskrit lawan pola kontinu

Pola diskrit disusun berdasarkan pada perbedaan tertentu, misalnya fakultas ilmu alam dan fakultas ilmu sosial. Sementara itu pola kontinu disusun berdasarkan pada  perbedaan yang sebenarnya bersinambung,bukan terpenggal- penggal.

  1. Pola kelas eksklusif lawan pola kelas non-eksklusif

Pola kelas eksklusif adalah pola dimana satu situs yang di tempati oleh satu hal, sedangkan jika dapat lebih dari satu buah lokasi, maka kelas sistemnya adalah non-eksklusif.

 

  1. D.           Waktu dan Metode untuk Menciptakan Kategori

Dari beberapa contoh sistem klasifikasi diatas bahwa dimensi-dimensi dan kategori-kategori di dalamnya dapat dibangun atas berbagai tahapan penelitian. Hal itu di pengaruhi oleh dua hal:

  1. Sejauh mana kecermatan ramalan peneliti mengenai jenis dimensi dan kategori terbaik yang dapat membantudalam menjawab pertanyaan penelitian
  2. Ketika proses proyek penelitian itu sedang di laksanakan, apakah muncul pertanyaan-pertanyaan baru?

Jika peneliti membuat kategorisasi sebelum menghimpun data dari lapangan, maka peneliti sedikit banyak akan terarah pada satu tema dan sasaran yang terlebih dahulu direncanakan.

 

 

 

  1. E.            Ketepatan dan Kejelasan

Salah satu masalah penting dalam pengklasifikasian yang dapat mengurangi kepercayaan atas hasil kajian adalah ketidaktepatandan ketidakjelasan definisi kategori-kategori variabel. Biasanya ada dua buah keadaan yang menyebabkan masalah itu terjadi:

  1. Ketika para responden mengisi angket atau menjawab pertanyaan wawancara.
  2. Ketika peneliti berusaha untuk mengklasifikasikan isi naratif orang-orang dalam bantuk kesaksian, surat, jawaban tertulis atas pertanyaan esai, tanggapan wawancara dan sebagainya.

Masalah yang mucul karena adanya Pola pengklasifikasian dapat di atasi dengan sejumlah metode:

  1. Mendefinisikan kembali kelas-kelas yang telah di tetapkan
  2. Tambahkan contoh-contoh ilustratif kepada definisi-definisi tersebut, dan latihlah kembali para pembuat kode itu.

 

  1. F.            Penafsiran

Salah satu tujuan pengorganisasian data dalam rangkaian penyajian penulisan karya tulis ilmiah adalah agar peneliti memperoleh kemudahan untuk menafsirkan data yang telah terhimpun dalam sistematika tertentu, hingga akhirnya dapat memberi makna (meanings) dari prespektif penelitian tersebut.

Ilmu tafsir sebagai ilmu yang menjelaskan makna sesuatu sesuai dengan petunjuk yang lahir dalam batas-batas kemampuan manusia, maka ketika peneliti menafsirkan data yang telah diorganisasikan sebenarnya peneliti pada saat itu, sedang:

  1. Menjelaskan atau mengemukakan makna dan signifikasi mengenai data yang terorganisasi
  2. Memahami data yang teorganisasi berdasarkan atau sesuai dengan keyakinan, penilaian, atau minat peneliti.

Kemampuan untuk membangun penafsiran merupakan kemampuan istimewa yang dapat dikemukakan melalui suatu interaksi antara peniliti dan subjek penelitiannya. Justru terhadap sifat hubungan interaksi antara peneliti dan subjek penelitian merupakan suatu ancaman dimana peneliti hanya mengedepankan kerangka acuan berfikirnya sendiri sembari menafsirkan segala pandangan subjek penelitian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  IV

PEMBAHASAN

 

A.      Jenis Data Penelitian

Data (dalam kebiasaan Indonesia tidak dibedakan apakah jamak atau tunggal) berasal dari bahasa latin. Dalam bahasa latin data dibedakan antara datum dan data. Datum untuk yang tunggal, sementara data untuk yang jamak.

Beberapa pengertian data:

  1. Data adalah fakta berupa angka, karakter, symbol, gambar, tanda-tanda, isyarat, tulisan, suara, bunyi yang merepresentasikan keadaan sebenarnya yang selanjutnya digunakan sebagai masukan suatu Sistem Informasi.
  2. Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face).
  3. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
  4. Data adalah bahan yang akan diolah/diproses berupa angka-angka, huruf-huruf, symbol-simbol, kata-kata yang akan menunjukkan situasi dan lain lain yang berdiri sendiri.
  5. Dalam bahasa sehari-hari data adalah fakta tersurat (dalam bentuk catatan atau tulisan) tentang suatu obyek.
  6. Dalam dunia komputer data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam memori menurut format tertentu.
  7. Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media 8. Data merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.

 

Secara umum, penelitian diartikan sebagain suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu.

Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori. McMillan dan Schumacher mengutip pendapat Walberg (1986) ada lima langkah pengetahuan melalui penelitian, yaitu :

  1. Mengidentifikasi masalah penelitian
  2. Melakukan studi empiris
  3. Melakukan replikasi atau pengulangan
  4. Menyatukan (sintesis) dan mereview
  5. Menggunakan dan mengevaluasi oleh pelaksanaan

Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

Penulis lain, Burch dan Strater, menyatakan: informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.

Sedangkan George R. Terry, Ph. D. menyatakan bahwa informasi adalah data ya     ng penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.

Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.

Untuk memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi. Dari data-data tersebut informasi yang didapatkan lebih terarah dan penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan menemukan informasi yang diperlukan

Jadi, setelah kita mengetahui pengertian data dan informasi dari beberapa ahli maka sebagian ahli menyarankan suatu perbedaan antara data dan informasi, yaitu:

  1. Data dapat diartikan suatu kenyataa (fakta) yang telah diorganisasikan, tetapi belum diberi penafsiran dan belum di proyeksikan ke waktu yang akan datang.
  2. Informasi merupakan data yang telah di proyeksikan ke waktu yang akan datang.

Jika penelti telah mengenal perbedaan antara data dan bukan data, maka pertama – tama secara garis besar, peneliti akan mengenal berbagai macam data, yaitu:

  1. Jenis data menurut cara memperolehnya
    1. Data primer

Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contohnya, Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

  1. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

  1. Macam-macam data berdasarkan sumber data
    1. Data internal

Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.

  1. Data Eksternal

Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

  1. Klasifikasi data berdasarkan jenis datanya
    1. Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.

Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.

Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.

Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima. pada umumnya, para peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus atau minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.

Beberapa survei dengan melalui pertanyaan tertulis dan tes, kriteria yang sesuai untuk memilih metode dan teknologi untuk mengumpulkan informasi dari berbagai macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.

  1. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.

Data kulitatif dapat diartikan sebagai data yang hadir atau dinyatakan dalam kata, kalimat, ungkapan dan gambar. Sedangkan data kuantitatif dapat diartikan sebagai data yang hadir dalam bentuk angka, dapat pula data kualitatif yang dinyatakan dalam bentuk angka, misalnya angka yang diperoleh dengan mengubah nilai-nilai kualitatif menjadi nilai-nilai kuantitaif.

Pada pembahasan teknik pengumpulan data kali ini akan lebih mengarah pada teknik pengumpulan data kualitatif. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung. (Amirin 2000).

Penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan suatu proses penyelidikan, yang mirip dengan pekerjaan detektif (Miles, 1992). Dari sebuah penyelidikan akan dihimpun data-data utama dan sekaligus data tambahannya. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. Sedangkan data tertulis, foto, dan statistik adalah data tambahan (Moleong, 2007:157).

Dalam penggunaan data kualitatif lebih didasarkan pada penalaran sehingga kedudukannya dalam penelitian cenderung lemah karena adanya kecemasan penggunaan penalaran pada masing-masing peneliti. Selain itu Penelitian kualitatif merupakan penggambaran atau pendeskripsian cara-cara hidup, cara- cara pandang, ataupun ungkapan-ungkapan emosi dari warga masyarakat yang diteliti terkait dengan suatu gejala yang ada dalam kehidupan mereka. Dalam perspektif ini ke-obyektifan dari penelitian kulitatif, justru dilakukan dengan menggunakan data subyektif (menurut perspektif pelaku yang diteliti).

  1. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
    1. Data Diskrit

Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.

  1. Data Kontinyu

Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.

  1. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
    1. Data Cross Section

Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.

  1. Data Time Series / Berkala

Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jama’ah Nurdin M. Top dan doktor Azahari dari bulan ke bulan, dll.

  1. Dalam penulisan terjadi pengelompokan data, dimana data kuantitatif dari lapangan dapat dikategorikan dalam dua bentuk, yaitu diskret nominal dan data kontinum.
    1. Data diskret nominal

Data diskret merupakan data yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Data ini hanya dapat dikelompokkan secara terpisah, secara diskret atau secara kategorial. Data diskret nominal dapat dihimpun dari hasil penghitungan.

  1. Data kontinum, tampil sebagai data yang bervariasi berdasarkan tingkatan yang diperoleh dari hasil pengukuran. Data kontinum dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

1)             Data ordinal,merupakan data yang tampil dalam bentuk peringkat (rangking).

2)             Data interval, merupakan data yang jaraknya sama namun tidak memiliki nol mutlak.

3)             Data rasio, adalah data yang mempunyai jarak yang sama dan sekaligus mempunyai nol mutlak.

 

B.      Pola Klasifikasi

Jika bemacam-macam data dan informasi sudah terkumpul sebagian atau seluruhnya, maka peneliti harus bersiap-siap untuk menyusun pola organisasi karya tulis ilmiah. Pola organisasi kartya tulis adalah suatu bentuk, model, atau gaya penulisan. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa pola organisasi karya tilis itu adalah desain tulisan. Sedikitnya ada dua kelompok pola organisasi karya tulis.

  1. Pola naratif  versus  pola deskriftif
  2. Pola naratif atau pola kronologis atau pola vertikal, pola ini adalah pola karya tulis yang didasarkan pada susunan dan keteraturan waktu. Unsur waktu dalam tulisan adalah implisit.
  3. Pola deskriptif atau pola spasial atau pola horisontal, pola ini menunjukkan bahwa unsur tempat (ruang) memegang peranan sebagai dimensi utama. Tulisan yang menggunakan pola deskriptif akan bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya, dari suatu kategori ke kategori ke ketegori lainnya.
    1. Pola impresionistis versus pola objektif
    2. Pola impresionistis,  merupakan pendekatan yang subjektif, suatu pendekatan yang tergantung pada jalan pikiran penulisnya sendiri. Pola ini tidak melukiskan apa yang dilihat, dirasakan, atau didengar, tetapi gaungnya yang muncul dari penangkapan idrawi.
    3. Pola objektif, merupakan ola tang mengutamakan pemikiran rasional melalui metode berpikir tertentu. Dalam pola objektif peneliti akan menemukan organisasi tulisan yang disusun berdasarkan pembagian logis dari pokok karya tulis ilmiah.

Para peniliti umumnya berharap, bukan saja dapat menghimpun data dan informasi yang relefan dan bermutu, tetapi juga diberikan kemampuan umtuk dapat mengklasifikasikannya dengan baik sehingga mudah untuk dibaca, mempelajari, menganalisis dan menafsirkannya. Harapan tersebut bukan hanya harapan peneliti tetapi juga para pembacanya.

Hal-hal berikut yang perlu diingat oleh peneliti:

  1. Bahwa pengklasifikasian data dan informasi dapat membantu menyederhanakan jenis masalah, sehingga peneliti dapat menggambarkannya dalam peta atau anatomi pemasalahan yang dapat membawa dirinya keluar dari hutan rimba dan informasi yang terurai dengan tidak teratur.
  2. Bahwa pengklasifikasian data dan informasi yang dilakukan oleh seorang peneliti akan menyebabkan para pembacanya merasa lebih mendapatkan pengertian yang menyeluruh dan dapat difahami dengan cara mengemukakan bahwa peristiwa-peristiwa tertentu itu sama dengan, atau berbeda dengan peristiwa lainnya.
  3. Bahwa cara seperti itu memungkinkan pembacanya mengadakan perbandingan dan mempertentangkan pengalaman peneliti dengan pendapatnya dan karena itu mampu membangun peta mental yang teratur mengenai kenyataan-kenyataan yang akhirnya menolong mereka dalam menghadapi kenyataan hidup.

 

C.      Struktur Sistem

Struktur sistem klasifikasi dalam ilmu pengetahuan manapun merupakan bagian integral dari ilmu pengetahuan. Konsep struktur mengacu pada sistem klasifikasi yaitu:

  1. Tipe atau jenis kategori
  2. Hubungan yang muncul di antara kategori-kategori itu.

Jenis struktur yang terkenal dalam peneliti adalah sebagai berikut:

  1. Kuantitas dimensi

Dimensi (atau variabel) merupakan aspek kehidupan yang membawa kita pada fokus klasifikasi. Jadi, dimensi – dimensi itu mungkin dalam bentuk umur, gender, intelegensi, sikap terhadap pemerintah, sikap terhadap korupsi.

  1. Pola dimensi

Pola hubungan di antara variabel-variabel dalam sistem klasifikasi mungkin berbeda-beda. Diantaranya;

  1. Pola linear lawan pola hierarkis

Tipologi linear disusun berdasarkan satu garis tunggal yang dimulai dari kedudukan ekstrim kiri ke ekstrim kanan. Semakin banyak jumlah interval sepanjang garis pembagian, semakin mendekati variabel kontinu.

Sedangkan pola hierarkis disusun berdasarkan tingkat pembagian, misalnya dimulai dengan makhluk dan khaliq.

  1. Pola diskret lawan pola kontinum

Pola diskrit disusun berdasarkan pada perbedaan tertentu, misalnya fakultas ilmu alam dan fakultas ilmu sosial. Sementara pola kontinum disusun berdasarkan pada perbedaan yang sebenarnya bersinambung, bukan terpenggal-penggal. Misalnya: pola tipologi manusia menurut Chris Argyris yang membaginya kedalam sifat manusia tidak dewasa ke sifat manusia yang dewasa.

  1. Pola kelas eksklusif lawan pola kelas non-eksklusif

Pola kelas eksklusif adalah pola dimana satu situs yang di tempati oleh satu hal, sedangkan jika dapat lebih dari satu buah lokasi, maka kelas sistemnya adalah non-eksklusif.

 

D.      Waktu dan Metode untuk Menciptakan Kategori

Dari beberapa contoh sistem klasifikasi diatas bahwa dimensi-dimensi dan kategori-kategori di dalamnya dapat dibangun atas berbagai tahapan penelitian. Hal itu di pengruhi oleh dua hal:

  1. Sejauh mana kecermatan ramalan peneliti mengenai jenis dimensi dan kategori terbaik yang dapat membantudalam menjawab pertanyaan penelitian
  2. Ketika proses proyek penelitian itu sedang di laksanakan, apakah muncul pertanyaan-pertanyaan baru?

Jika peneliti membuat kategorisasi sebelum menghimpun data dari lapangan, maka peneliti sedikit banyak akan terarah pada satu tema dan sasaran yang terlebih dahulu direncanakan.

Sebaliknya, jika peneliti membuat kategorisasi sesudah data terhimpun, maka peneliti akan mendapat gambaran yang lebih nyata dan lebih tepat.

 

 

 

E.      Ketepatan dan Kejelasan

Salah satu masalah penting dalam pengklasifikasian yang dapat mengurangi kepercayaan atas hasil kajian adalah ketidaktepatandan ketidakjelasan definisi kategori-kategori variabel. Biasanya ada dua buah keadaan yang menyebabkan masalah itu terjadi:

  1. Ketika para responden mengisi angket atau menjawab pertanyaan wawancara.

Ketidakjelasan dan ketidakkomunikatifan angket, baik pernyataan maupun opsi yang diajukan, menyebabkan para responden menjadi “bingung” atau mengisinya asal-asalan.

Gambling yang dilakukan oleh responden sungguh merugikan peneliti. Jika terjadi seperti ini bisa jadi peneliti akan kehilanggan raport selama atau sesudah penelitian.

  1. Ketika peneliti berusaha untuk mengklasifikasikan isi naratif orang-orang dalam bantuk kesaksian, surat, jawaban tertulis atas pertanyaan esai, tanggapan wawancara dan sebagainya. Peristiwa ini serngkali terjadi jika peneliti menggunakan pertanyaan naratif yang mendapat jawaban naratif juga.

Masalah yang mucul karena adanya pola pengklasifikasian dapat di atasi dengan sejumlah metode:

  1. Mendefinisikan kembali kelas-kelas yang telah di tetapkan. Penilaian ini berkaitan dengan konsistensi penilaian suksesif dari keputusan-keputusan dari penyusun kode.
  2. Tambahkan contoh-contoh ilustratif kepada definisi-definisi tersebut, dan latihlah kembali para pembuat kode itu. Metode ini berkaitan dengan reliabilitas antar penilai (interrater reliability).

 

 

F.      Penafsiran

Salah satu tujuan pengorganisasian data dalam rangkaian penyajian penulisan karya tulis ilmiah adalah agar peneliti memperoleh kemudahan untuk menafsirkan data yang telah terhimpun dalam sistematika tertentu, hingga akhirnya dapat memberi makna (meanings) dari prespektif penelitian tersebut.

Ilmu tafsir sebagai ilmu yang menjelaskan makna sesuatu sesuai dengan petunjuk yang lahir dalam batas-batas kemampuan manusia, maka ketika peneliti menafsirkan data yang telah diorganisasikan sebenarnya peneliti pada saat itu , sedang:

  1. Menjelaskan atau mengemukakan makna dan signifikasi mengenai data yang terorganisasi
  2. Memahami data yang teorganisasi berdasarkan atau sesuai dengan keyakinan, penilaian, atau minat peneliti.

Kemampuan untuk membangun penafsiran merupakan kemampuan istimewa yang dapat dikemukakan melalui suatu interaksi antara peniliti dan subjek penelitiannya. Justru terhadap sifat hubungan interaksi antara peneliti dan subjek penelitian merupakan suatu ancaman dimana peneliti hanya mengedepankan kerangka acuan berfikirnya sendiri sembari menafsirkan segala pandangan subjek penelitian.

BAB V

PENUTUP

 

A.           Simpulan

Dari review  dan hasil diskusi dapat kami simpulakan:

  1. Bahwa pengorganisasian data dan informasi sangat penting didalam penelitian.
  2. Dengan adanya pengorganisasian data dan informasi akan memudahkan peneliti dalam pengolahan data yang dibutuhkan.
  3. Bahwa pengorganisasian data dan informasi  itu terdiri dari jenis-jenis data, pola klasifikasi, struktur sistem, waktu dan metode, ketepatan dan kejelasan, serta penafsiran.

     B.        Implikasi

    1. Jika peneliti memahami pengorganisasian data dan informasi dengan baik maka hasil penelitian tersebut lebih terstruktur.
    2. Jika peneliti membuat kategorisasi sebelim menghimpun data dari lapangan, maka peneliti akan terarah pada satu tema dan sasaran yang jelas.
    3. Jika peneliti membuat kategorisasi sesudah menghimpun data, maka peneliti akan mendapat gambaran yang akan lebih nyata dan lebih jelas.
  1. C.           Saran
    1. Seorang peneliti dalam melakukan penelitian harus memperhatikan unsur- unsur didalamnya salah satunya adalah pengorganisasian data dan informasi.
    2. Di harapkan bagi peneliti, dapat menghimpun data dan informasi yang relevan dan bermutu, serta mampu mengklasifikasikannya dengan cara yang terbaik sehingga mudah dimengerti oleh pembaca.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aries R, Ema Febru. (2008). “Teknik Pengumpulan Data Kualitatif” (online), (http://ardhana12.wordpress.com/2008/02/08/teknik-pengumpulan-data-kualitatif/, di akses tanggal 29 Maret 2011).

http://blog.re.or.id/definisi-informasi-2.htm

http://blog.re.or.id/pengertian-informasi.htm

http://hmti.wordpress.com/2008/02/22/definisi-dan-pengertian-organisasi/

http://organisasi.org/klasifikasi_jenis_dan_macam_data_pembagian_data_dalam_ilmu_eksak_sains_statistik_statistika.

http://t3nj0m4y4.blogspot.com/2007/07/pengertian-data-informasi-dan-teknologi.html

http://www.slideshare.net/dkarhita/analisis-data-kualitatif

Rahmawati. (2008). “Analisis Data Kualitatif” (online), (http://rahmiwati.net/analisis-data-kualitatif.html, diakses tanggal 29 Maret 2011).

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). “Metode Penelitian Pendidikan”. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sabarguna, Boy S. “Data, Informasi, Sistem dan Keputusan”. PS. Teknologi biomedis Program Pescasarjana Universitas Indonesia.

Suryana, Cahya. (2010). “Data dan Jenis Data Penelitian” (online), (http://csuryana.wordpress.com/2010/03/25/data-dan-jenis-data-penelitian/, di akses tanggal 14 Maret 2011).

Sutama. (2010). “Metode Penelitian Pendidikan; Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D”. Surakarta: Fairus Media.

Wikipedia. 30 Maret 2011. “Penelitian Kuantitatif” (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kuantitatif).

Posted on Januari 13, 2012, in Artikel Tentang Penelitian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: