PENGEMBANGBIAKAN JANGKRIK

LAPORAN HASIL PENELITIAN KEWIRAUSAHAAN “PENGEMBANGBIAKAN JANGKRIK” BAPAK SADEKUN DI DESA PRAMBATAN LOR KUDUS

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Berwirausaha sangatlah penting dalam tatanan ekonomi, sebab wirausaha selain dapat mengembangkan kemampuan dan potensi dalam diri juga dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan pengganguran dengan semakin banyaknya terbukanya peluang kerja.

Menurut Peter F Drucker kemirausahaan adalah “Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different)”. Sedangkan Raymond (1995) berpendapat “Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan”. Kasmir (2006) Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan seseorang menggembangkan daya kreatifitas dan inovasinya dalam menjalankan usaha serta berani menggambil resikonya untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan lingkungan. Salah satu cara menggembangkan daya kreatifitas dan inovasi adalah dengan membuka usaha berdasarkan hobi yang diminati. Dengan ini seseorang tidak hanya dapat melaksanakan usaha sesuai hobinya dengan senang hati tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan lingkungan sekitar.

Selain itu wirausaha dapat berkembang jika ada motivasi yang kuat dari diri seorang usahawan . Motivasi yang kuat akan memberi dorongan  yang kuat pula untuk usahawan dalam menjalankan usahanya. Pada masa – masa yang sulit seorang usahawan akan mengingat kembali alasan atau latar belakang darinya dalam mendirikan asaha.

Selain motivasi yang di perlukan oleh usahawan adalah visi dan misi , sebab visi dan misi merupakan salah satu kunci sukses dalam berwirausaha. Hal itu akan memberikan dorongan dalam bekerja dan memberi tujuan yang pasti dalam pencapaian sukses bewirausaha. Salah satu contoh usaha yang telah berhasil dan dikembangkan berdasarkan hobi adalah usaha penggembangbiakan jangkrik bapak Sadekun di desa Prambatan lor, Kudus. Ini merupakan salah satu usaha yang biasanya dianggap sebelah mata, namun jika kita memang berniat maka akan menjadi sebuah usaha yang menjajikan.

Berdasarkan paparan diatas penulis ingin lebih mengkaji usaha penggembangbiakan jangkrik bapak Sadekun. Dengan melakukan penelitian penulis berharap dapat menambah ilmu tentang berwirausaha dan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis khususnya.

A.    Tujuan Penelitian

  1. Untuk memenuhi tugas akhir semester VI pada mata kuliah kewirausahaan.
  2. Untuk menambah khasanah keilmuan dalam berwirausaha.
  3. Untuk menambah pengetahuan tentang bewirausaha
  4. Untuk mendapatkan penggalaman mengenai berwirausaha.

B.     Manfaat Penelitian

  1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dalam berwirausaha.
  2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi penggalaman mengenai berwirausaha.
  3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi dalam menjalankan usaha yang lebih kreatif.
  4. Penelitian ini diharapkan dapat memberi pembelajaran mengenai cara pengembangbiakan jangkrik.

 

 

METODE PENELITIAN

 

A.    Lokasi / Populasi

Peneliti mengambil lokasi penelitian di desa Prambatan Lor Rt 09, Rw IV Kec. Kaliwunggu Kab. Kudus Jawa Tengah yaitu usaha pengembangbiakan jangkrik bapak Sadekun. Dengan pertimbangan pengembangbiakan jangkrik bapak Sadekun telah menggembangkan usahanya dengan mempunyai gudang tersendiri yang dapat menampung 42 kandang dan telah mempunyai manajemen pemasaran yang terorganisir.

B.     Metode pengumpulan Data

Metode penggumpulan data merupakan suatu mendapatkan bahan atau keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian perlu menentukan langkah – langkah pengumpulan data yang sesuai dengan permasalahan dalam penelitian. Adapun metode  yang digunakan yaitu :

1. Pengamatan

Pengamatan dilakukan oleh peneliti saat proses pemproduksian atau pengembangbiakan jangkrik, seperti pemberian pakan, pembersihan kandang, pemanenan jangkrik, serta saat proses penjualan sedang berlangsung. Pengamatan dilaksanakan di gudang pembiakan Bpk. Sadekun.

2. Catatan lapanagn

Pada penelitian, catatan lapangan digunakan untuk mencatat kejadian – kejadian penting yang muncul pada saat proses pengamatan penelitian. Dalam hal ini, catatan lapangan mencatat hasil pengamatan tentang proses pengembangbiakan jangkrik di gudang dan kediaman bapak Sadaekun.

3. Wawancara

Dalam hal ini wawancara dilaksanakan 23 Juni 2011 di kediaman Bpk. Sadekun pemilik pembiakan di Desa Prambatan Lor Rt.09 Rw. 04, Kaliwungu Kudus.

Wawancara dilaksanakan untuk mengetahui, diantaranya

  1. Latar belakang dalam berwirausaha.
  2. Motivasi berwirausaha.
  3. Strategi dalam menjalankan usaha.
  4. Visi dan misi dari usaha yang telah ditekuni.

 

C.    Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan diagram alur, dimana langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain:

1. Proses analisis data

Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari sumber penelitian (bapak Sadekun dan para pekerja), mengenai cara pengembangbiakan jangkrik serta motivasi, visi dan misi beliau. Kemudian membuat rangkuman hasil penelitian.

2. Penyajian data

Peneliti menyusun data yang relevan dari data – data yang telah dianalisis, sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan. Data yang relevan dapat berupa penelitian lain ataupun pendapat para distributor dan pelanggan dari bapak Sadekun.

3. Verifikasi data

Penarikan kesimpulan dilakukan setelah data disajikan dari data – data hasil wawancara  dan penelitian lain yang relevan serta yang telah dianalisis.
 

LAPORAN PENELITIAN

 

A.    Jenis Usaha

Jenis usaha yang dilakukan bapak Sadekun adalah Usaha Kecil Menegah (UKM) dalam bidang pengembangbiakan jangkrik. Yang mana sekarang ini telah diproduksi kurang lebih 42 kandang, dengan pasar penjualan yang telah terorganisir. Usaha pengembangbiakan selain merupakan sebuah proses usaha dalam mengembangkan bibit hewan tetapi juga dapat berfungsi untuk melestarikan hewan juga sebagai barang bernilai materiil.

B.     Visi dan Misi Berwirausaha

Visi dan misi berwirausaha bapak Sadekun yaitu:

1. Visi berwirausaha

Visi berwirausaha bapak Sadekun adalah untuk Mengembangkan hobi dan kegemaran khususnya dalam pembudidayaan hewan sekaligus juga menjadikannya keuntungan materiil, seperti keuntungan dalam berbisnis penjualan jangkrik sebagai pakan ternak, ikan dan burung.

2. Misi berwirausaha

  • Memproduksi bibit dan jenis jangkrik yang unggul.
  • Dapat menjaga kesehatan jangkrik dari penyakit dan cuaca lingkungan.
  • Dapat menciptakan bentuk baru pembudidayaan jangkrik yang lebih efisian dan dengan masa panen yang singkat.
  •  Menciptakan peluang pasar yang baru.
  • Dapat memperluas daerah pemasaran distribusi.

C.    Motivasi Berwirausaha

Motivasi bapak Sadekun dalam berwirausaha pengembangbiakan jangkrik yaitu:

  1. Jangkrik merupakn salah satu pakan wajib untuk beberapa jenis burung dan ikan peliharaan.
  2. Jangkrik merupakan salah satu jenis hewan yang dapat diternakkan dengan masa panen yang singkat.
  3. Jangkrik dapat bertelur banyak dimana perawatan serta makanannya juga mudah.
  4. Pembudidayaan jangkrik merupakan salah satu pembudidayaan yang sangat menjanjikan jika kita sabar dan telaten dalam melakukannya.

D.    Latar Belakang Berwirausaha

  1. Adanya permintaan pasar akan jangkrik.
  2. Kurangnya kebutuhan pakan burung dan ikan di pasaran, khususnya di derah Jawa.
  3. Keinginan untuk dapat mengembangkan hobi dan kegemaran akan pembudidayaan hewan.
  4.  Ingin mempunyai usaha sampingan untuk mengisi waktu luang.

E.     Modal

Usaha ini telah dirintis di tahun 2005, sebagai awalnya beliau mengembangkan jangkrik dalam 6 kandang yang di tempatkan di gudang belakang rumah. Setelah kurang lebih 1 tahun beliau kemudian mengenbangkan usahanya dengan mendirikan gudang yang tidak jauh dari rumah. Di bawah ini adalah keterangan pembuatan gudang dan proses pengembangbiakan jangkrik.

1. Modal awal pembuatan :

  • Gudang berukuran 7,5m x 14,5m beratapkan seng adalah Rp.35.000.000,00
  • Pembuatan kandang, dengan ukuran 1m x 2m x 0,5m :
    • Papan kayu                                                      Rp. 50.000,00
    • Kayu kerangka                                                Rp. 25.000,00
    • Plastik                                                                         Rp. 10.000,00

Jumlah : Rp. 85.000,00 x 42   =          Rp. 3.570.000,00

Jumlah total modal awal = Rp. 35.000.000,00 + Rp. 3.570.000,00 = Rp. 38.570.000,00

 

2. Pengeluaran bahan habis pakai:

  • Pakan untuk 1kg jangkrik :
    • Sayur 1kg @Rp. 1.000,00 x 50 =                   Rp. 50.000,00
    • Pur + Dedak 1kg @Rp. 5.000,00 x 20kg =    Rp. 100.000,00
    • Perawatan:
      • Lakban dalam 1 kali proses                             Rp. 10.000,00

Jumlah :           Rp. 160.000,00

Jumlah total : Rp. 160.000,00 x 42 = Rp. 6.720.000,00

 

F.     Strategi, Tempat, Peluang

1. Strategi

Strategi yang digunakan bapak Sadekun dalam menjalankan usahanya adalah :

  • Langkah – langkah  pengembangbiakan

Adapun langkah – langkah dalam pengembangbiakan yang dilakukan oleh bapak Sadekun adalah :

1)      Langkah pembibitan jangkrik

a)      Menyiapkan jangkrik jantan  dan betina yang unggul sebagai induk

b)      Dalam kandang induk disediakan nampan berisi pasir sebagai media bertelur.

c)      Karena untuk jangkrik induk sudah tumbuh sayap maka harus disiapkan kandang khusus yang tertutup, agar jangkrik tidak lepas.

d)     Waktu menunggu jangkrik bertelur ± 3 hari.

2)      Langkah penetasan telur

a)      Telur yang sudah tertanam di pasir, disaring untuk memisahkan antara telur dan pasir.

b)      Telur yang sudah terkumpul kembali dengan pasir bersih dan ditempatkan pada sebuah kain.

c)      Sekali waktu telur dibasahi air untuk menjaga suhu telur tetap lembab sesuai lingkungan aslinya.

d)     Masa telur menetas adalah 8 hari.

3)      Langkah pengembangbiakan

a)      Telur yang sudah menetas ditempatkan pada kandang bersih yang telah di beri gambut, sebagai tempat sembunyi.

b)      Untuk 1 kandangnyakurang lebih berisi 1,5 ons bibit jangkrik.

c)      Untuk jangkrik yang baru menetas sampai berumur 1 minggu diberi makan pur +dedak dan daun singkong atau daun papaya.

d)      Jangkrik yang berusia 1 minggu sampai 2 minggu diberi makan pur + dedak dan sayur siem dengan irisan tipis.

e)      Jangkrik yang berusia 2 minggu sampai 4 minggu diberi makan pur + dedak dan sayur siem dengan irisan tebal.

f)       Masa jangkrik untuk siap panen adalah 35 hari.

  • Strategi pemasaran

1)      Saat masa panan tiba, bapak Sadekun akan menghubungi distributor untuk mengambil  jangkrik di gudang beliau.

2)      Sebelum proses panan dilaksanakan, kedua belah pihak akan berdiskusi mengenai harga jangkrik, dimana sebelumnya bapak Sadekun telah terlebih dahulu melihat harga jangkrik dipasaran.

3)      Oleh distributor tersebut jangkrik akan dipasarkan untuk wilayah jawa tengah, terutama Jakarta sebagai wilayah utama pemasaran jangkrik.

2.      Tempat

Tempat untuk pengembangbiakan jangkrik yang dipilih oleh bapak Sadekun adalah sebuah gudang yang berukuran 7,5m x 14,5m, dengan beratapkan Seng.  Hal ini dipilih selain untuk menjaga suhu agar tetap stabil yakni ˃300 juga untuk menghindari hujan dan angin besar. Sedangkan untuk menjaga kelembabannya telah terpasang 2 buah kipas angin besar dalam gudang tersebut. Jangkrik ditempatkan pada kandang terbuka yang berukuran 1m x 2m x 1/2m. Gudang milik bapak Sadekun dapat menampung 42 kandang yang ditempatkan secara piramida bersusun, yang terdiri dari 3 buah kandang tersusun.

3.      Peluang

Peluang dalam usaha pengembangbiakan jangkrik ini sangat menjanjikan. Hal ini karena usia pengembangbiakan yang relatif singkat dan pemasaran jangkrik yang sangat luas. Ini karena banyaknya permintaan pasar akan jangkrik sebagai pakan ternak, ikan maupun burung. Selain itu pengembangbiakan jangkrik tidak dipengaruhi musim, sehingga pengembangbiakan jangkrik dapat dilakukan teratur sacara berkala.

G.    Manajemen Usaha

Dalam memulai usahanya  dalam pengembangbiakan jangkrik bapak Sadekun menggunakan modal awal sebesar Rp. 38.570.000,00 yang digunakan untuk :

1. Modal awal pembuatan :

  • Gudang berukuran 7,5m x 14,5m beratapkan seng adalah Rp.35.000.000,00
  • Pembuatan kandang, dengan ukuran 1m x 2m x 0,5m :
    • Papan kayu                                                      Rp. 50.000,00
    • Kayu kerangka                                                Rp. 25.000,00
    • Plastik                                                                         Rp. 10.000,00

Jumlah : Rp. 85.000,00 x 42   =          Rp. 3.570.000,00

Total jumlah modal awal = Rp.35.000.000,00 + Rp. 3.570.000,00 = Rp. 38.570.000,00

2. Pengeluaran bahan habis pakai:

  • Pakan untuk 1kg jangkrik :
    • Sayur 1kg @Rp. 1.000,00 x 50 =                   Rp. 50.000,00
    • Pur + Dedak 1kg @Rp. 5.000,00 x 20kg =    Rp. 100.000,00
    • Perawatan:
      • Lakban dalam 1 kali proses                             Rp. 10.000,00

Jumlah :           Rp. 160.000,00

Jumlah total : Rp. 160.000,00 x 42 = Rp. 6.720.000,00

3. Yang dibutuhkan untuk 1 kandangnya :

  • Bibit 1,5 0ns
  • Pakan Pur 20 kg
  • Pakan Sayur 0,5 kwintal

4. Hasil pengembangbiakan

  • 1 kandang menghasilkan 15kg jangkrik, dengan tiap 1kg jangkrik harganya Rp. 15.0000,00

5. Pendapatan

  • Pendapatan kotor 15kg x Rp. 15.000,00 = Rp. 225.000,00

Rp. 225.000,00 x 42 kandang = Rp. 9.450.000,00

  • Keuntungan/Pendapatan bersih = Rp. 9.450.000,00 – Rp. 6.720.000,00 =

= Rp. 2.730.000,00

Keuntungan ini diperhitungkan untuk semua jumlah kandang yang dimiliki bapak Sadekun untuk 1 kali proses pengembangbiakannya. Namun oleh beliau menggunkan system pergantian berkala, yakni dimana penggatuarn agar waktu pemanennan tidak bersamaan tapi secara berkala atau bergantian. Sehingga dalam satu minngu beliau dapat melakukan panen 2-3 kali dengan jumlah kandang yang dipanen 3-4 kandang untuk satu kali panen.

 

 

PENUTUP

A.    Kesimpulan

  1. Motivasi dapat dijadikan sebagai alasan dan latarbelakang dalam menjalankan usaha, hal ini akan memberikan dorongan kerja untuk lebih giat dan semangat dalam masa – masa sulit.
  2. Visi dan misi merupakan salah satu motivasi dalam berwirausaha dengan memberikan tujuan yang pasti dalam pencapaian sukses bewirausaha.
  3. Dengan melihat kebutuhan pasar, kita dapat menciptakan peluang usaha yang sesuai dan sedang dibutuhkan.
  4. Sebuah hobi dapat dijadikan sebuah usaha, dimana jika kita ulet dan pantang menyerah maka akan mencapai tujuan sukses berwirausaha.
  5. Pengembangbiakan jangkrik merupakan salah satu usaha yang menjanjikan, karena kebutuhan akan jangkrik semankin meningkat seiring dengan meningkatnya minat pemeliharaan ikan dan burung.

B.     Saran

  1. Untuk bapak Sadekun, dapat memperluas wilayah pemasaran usahanya pada luar jawa, dimana kebutuhan akan jangkrik semakin meningkat.
  2. Dalam memperluas wilayah pemasaran harus menjalin kerja sama lebih banyak dengan distributor lain.
  3. Untuk pembaca, agar dapat menggambil pembelajaran yang ada untuk memperluas keilmuan dalam berwirausaha.
  4. Jangan pernah takut akan mencoba dan kegagalan, karena kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda.
  5. Kita dapat memulai wirausaha berdasarkan hobi yang kita sukai, dengan inovasi – inovasi yang baru.

 

Posted on Januari 13, 2012, in Kewirausahaan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: